Mencari Hiu Martil di Banda Neira

Sempat malas untuk lead dive trip ke Banda Neira. Soalnya capek di jalan. Terbang tengah malam ke Ambon dengan lama perjalanan 3,5 jam. Sampai di Ambon lanjut naik mobil 45 menit ke pelabuhan. Abis itu lanjut lagi naik kapal 5-6 jam. Fiuuhh… Efektif di jalan bisa sampai 10 jam! Udah kayak terbang ke Jepang aja.

Tapi demi melihat si hiu martil (hammerhead shark), boleh lah dilakoni.

Eh kalau di pelabuhan hati-hati ya. Banyak porter main ambil barang kita tanpa diminta langsung bawa ke kapal (ya mending kalo dibawa ke kapal, kalo dibawa kabur? 😀 berabe). Biaya porter Rp.50.000 – 100.000 tergantung banyaknya barang. Harga tiket kapal cepat: kelas ekonomi Rp.400.000, sedangkan kelas VIP Rp.600.000.

Sebenarnya untuk melihat si hiu martil ini kita bisa ke Teluk Belongas, Lombok Barat. Walaupun perjalanan ke sana tidak sampai seharian, tapi… di dive site yang ada hiu martil-nya bakal penuh perjuangan. Karena di dive site itu (magnet point, red) permukaan air berombak, bawah lautnya berarus, dan visibility kurang baik. So, mendingan cari aman ke Banda Neira 🙂

Untuk bisa melihat hiu martil di Banda Neira, lebih baik saat suhu air laut sedang dingin. Biasanya pada bulan-bulan Oktober – November. Biasanya hiu martil terlihat sendiri atau berkelompok (schooling). Kami ke Banda Neira pada awal November. Beruntung kami bisa melihat hiu martil. Bahkan dengan jarak yang cukup dekat, walaupun si hiu martil ini biasanya bermain di kedalaman 30-40m dan biasanya sedikit jauh dari dinding reef (typical dive site di Banda Neira rata-rata wall).

Kami mendapati hiu martil ini di Pulau Hatta, Pulau Ai dan Pulau Rhun. Di pulau-pulau ini lah dimana hiu martil sering dijumpai.

Dive spot yang kami eksplor:

  1. Atol – Pulau Hatta
  2. Goa – Pulau Hatta
  3. Depan Kampung – Pulau Hatta
  4. Tanjung Rhun 1 – Pulau Nailaka
  5. Tanjung Rhun 2 – Pulau Nailaka
  6. Batu Udang – Pulau Ay
  7. Lava Flow – Banda
  8. Batu Kapal – Banda

Semoga dive spot itu wajib dikunjungi kalau dive di Banda Neira.

img_2352
Nyari hammie sampe ke blue :))
img_2198
Hammie pertama yang kami lihat. Ada di blue di kedalaman 30m
img_2353
Rata-rata foto hammie-nya bluish karena mereka mainnya di blue
hammie
Schooling hammie. Tumben main ke dekat wall. Di kedalaman 25m saja

Diingat-ingat lucu juga kalau saya lihat para penyelam di sana. Biasanya kalau menyelam kita melihat ke arah reef menikmati keindahan karang, ikan-ikan dan macro, tapi di Banda Neira mereka malah melihat ke dasar laut atau keluar reef nyari si hiu martil, bodo amat ama yang lain 😀 . Tapi kalau ada pelagic (ikan besar) lainnya, mereka juga excited. Kami juga melihat schooling mobula ray dan eagle ray.

img_1354
Mobula Ray
img_2323
Eagle Ray mendekati saya
img_2354
Moray Eel nyari rumah

Di Banda Neira selain wisata pantai, snorkeling dan diving, di Banda Naira kita bisa berwisata sejarah. Di sana ada benteng Belgica, rumah pengasingan Bung Hatta, rumah pengasingan Dr. Cipto Mangunkusumo, Gereja Tua Banda, rumah budaya, dan istana mini. Di samping itu kita bisa trekking ke gunung api Banda.

img_2260
Di Pulau Nailaka
img_1319
Benteng Belgica tempat penyiksaan para tahanan Belanda
img_2311
Rumah pengasingan Dr. Cipto Mangunkusumo
img_1260
Gereja Tua

 

Video trip Banda Neira kami bisa di lihat di link ini

@Rezkito

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s