Raja Ampat Bisa Butek

Siapa yang tidak tahu Raja Ampat? Pasti sudah pada tahu kan? Ketenaran Raja Ampat bahkan sudah sampai ke manca negara. Banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Raja Ampat karena keindahan alamnya, mulai dari pantainya, bukit-bukit karst dan bawah lautnya.

Bawah laut Raja Ampat bahkan digadang-gadang sebagai the most bio-diverse marine environment in the world. Artinya bawah laut Raja Ampat memiliki keanekaragaman biota laut yang cukup lengkap. Bahkan spesies manta dan hiu yang jarang dijumpai di tempat lain, mudah ditemui di Raja Ampat, seperti Black Manta, Hiu Karpet (Wobbegong), dan Hiu Berjalan (Walking Shark).

Karena ketenaran Raja Ampat itu, maka saya mengadakan trip dengan tinggal di atas kapal alias liveonboard (LOB). Saya berencana untuk mengeksplor Raja Ampat Utara terlebih dahulu (ke arah Wayag).  Tahun depan saya berencana mengeksplor Raja Ampat Selatan (ke arah Misool).

Ekspektasi saya terhadap Raja Ampat mungkin terlalu tinggi. Saya pikir bawah laut Raja Ampat akan tetap indah kapanpun itu. Ternyata oh ternyata tidak seperti itu. Sebelum trip saya sih sudah browsing sana sini kapan waktu bepergian terbaik ke Raja Ampat. Dari hasil research ternyata antara Oktober sampai April. Berdasarkan itu saya bikin trip bulan Februari dan Maret. Well itu juga karena sudah kehabisan jadwal berangkat kapal di bulan-bulan sebelumnya 😀

Di trip bulan Februari, visibility Raja Ampat tidak terlalu baik. Bisa dibilang rata-rata visibility sekitar 12 meter. Ini jelas bukan visibility yang bagus untuk world class destination. Walaupun visibility itu tergolong bagus untuk kelas Pulau Seribu 🙂

Di trip bulan Maret, visibility Raja Ampat sedikit lebih baik, walaupun bukan yang terbaik.

Dari hasil perbincangan dengan beberapa peserta dan dive guide, waktu yang terbaik untuk diving di Raja Ampat Utara adalah pertengahan bulan Oktober sampai pertengahan Desember.

Dive spot yang kami sambangi:

  1. Dofior (check dive)
  2. Airplane wreck
  3. Mansuar
  4. Mansuar jetty
  5. Melisa Garden (top dive site)
  6. Kerub Channel
  7. Gam Bay
  8. Manta Sandy (top dive site)
  9. Lalosi
  10. Arborek Jetty
  11. Arborek Jetty (night dive – walking shark sighting)
  12. Blue Magic (top dive site)
  13. Sardine Reef (top dive site)
  14. Mioskon (top dive site)

Berikut saya share hasil foto-foto dive trip ke Raja Ampat:

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Para Penyelam di Pianemo (Mini Wayag)
Black manta
Black Manta
wobbegong
Hiu Karpet (Wobbegong). Bisa dibilang tiap dive pasti ketemu 🙂
Walking shark
Walking shark. Biasa dijumpai pada waktu night dive (photo by Yessie Agusta)
Capture
Diver & schooling fish (photo by Meigi Manomera)
IMG_1347
Plane wreck di kedalaman 26-33m. Photo by Azra Zain

Foto lainnya check instagram @ID_DiveSafaris atau @RezkiDarhanto

Advertisements

One thought on “Raja Ampat Bisa Butek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s