Festival Alor

Secara tidak sengaja jadwal trip Alor grup saya bertepatan dengan festival Alor, suatu ajang yang diadakan untuk mempromosikan Alor sebagai tujuan wisata baru di wilayah Nusa Tenggara Timur. Festival ini meliputi kegiatan menyelam, bersepeda, mendaki, fotografi, dan tur budaya. Secara kebetulan trip saya ikut memeriahkan festival Alor, walaupun diorganisir sendiri bukan melalui panitia festival 🙂

Cara menuju Alor adalah dengan mengambil penerbangan ke Kupang, lalu melanjutkan penerbangan ke Alor. Terdapat dua kali penerbangan dari Kupang ke Alor, pada pagi hari dan siang hari.

Hari pertama di Alor, setelah check in kami langsung mengunjungi desa Takpala yang merupakan salah satu tujuan tur budaya festival Alor. Desa Takpala adalah sebuah kampung tradisional Alor. Di desa Takpala terdapat beberapa rumah adat berbentuk limas yang beratap ilalang. Rumah adat tersebut ada yang bertingkat 4. Masing-masing tingkat punya fungsinya sendiri-sendiri. Lantai 1 untuk menerima tamu, lantai 2 untuk tidur dan masak, lantai 3 untuk menyimpan bahan pangan, dan lantai 4 untuk menyimpan barang-barang.

Di desa ini kita bisa menikmati tarian khas desa Takpala dengan membayar Rp.1.500.000. Nah kalau mau nonton tariannya mendingan nonton rame-rame biar bisa bayar saweran. Kita juga bisa menyewa pakaian adat desa dengan membayar Rp.50.000. Pernak-pernik / kerajinan tradisional juga dijual di sana.

Kalau mau naik dan masuk ke dalam rumah adat hati-hati ya. Hari pertama saya sudah luka-luka karena terjatuh dari tangga :D, padahal masih 4 hari lagi di sana 😦

Rumah Adat di desa Takpala
Rumah Adat di Desa Takpala
Mengenakan baju adat desa Takpala
Mengenakan baju adat Desa Takpala
Divers at Desa Takpala
Divers at Desa Takpala

Hari ke-2 sampai hari ke-4 adalah kegiatan menyelam kami. Selama perjalanan ke diving spot, kami disuguhi pemandangan yang indah.

Mirror
Mirror

Air laut di Alor cukup dingin karena efek arus dingin dari perairan Australia. Lebih baik pakai wetsuit yang agak tebal. Visibility (jarak pandang) bawah laut Alor sangat jernih bisa sampai 30 meter lebih. Ini hasil gambarnya.

Model: Dayu Hatmanti. Photo by Eko Wahyudi
Dayu Hatmanti di balik bubu (perangkap ikan tradisional Alor). Photo by Eko Wahyudi
Colorful & healthy corals
Colorful & healthy corals. Photo by Melriansyah
Jernihnya air laut Alor
Jernihnya air laut Alor
Divers meeting
Divers meeting

Di perairan Alor biasanya banyak ikan-ikan besar seperti hiu, manta, mola-mola. Tapi ketika kami menyelam di sana, sayang sekali kami tidak menemukan ikan besar 😥 .

Hari ke-4 setelah selesai menyelam, kami menanti sunset di suatu resort di kawasan pantai Sebanjar Alor.

Jernihnya air di pantai Sabanjar
Jernihnya air di pantai Sabanjar
Sunset at Pantai Sabanjar
Sunset at Pantai Sabanjar
Sunset di Pantai Sabanjar
Sunset di Pantai Sabanjar

Foto lainnya check instagram @ID_DiveSafaris atau @RezkiDarhanto

Note:

Waktu terbaik menyelam di Alor adalah antara Mei – September.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s