Live on Board di Pulau Komodo

Akhirnya kesampaian juga ke Pulau Komodo! Kali ini saya berangkat bersama 7 orang teman penyelam. Bukan rahasia lagi kalau Pulau Komodo ini adalah salah satu destinasi favorit bagi para penyelam lokal dan mancanegara, walaupun sebenarnya Pulau Komodo ini adalah lokasi menyelam yang cukup sulit karena spot-spot yang bagus di sana cukup berarus. Kalau mau menyelam di Pulau Komodo disarankan sudah cukup berpengalaman dan memiliki lisensi menyelam tingkat lanjut (advance).

Kami menjelajah pulau Komodo dengan tinggal di atas kapal. Nama kerennya live on board (LOB). Karena ini cara yang paling mudah dan efisien untuk menjelajah pulau ini. Kami tinggal di atas kapal selama 4 hari 3 malam. Ini pun kami rasa kurang, sehingga kami harus memperpanjang waktu tinggal kami sehari lagi untuk menjelajah satu pulau lagi.

Untuk ke Pulau Komodo, biasanya kita transit dahulu di Bali untuk selanjutnya menuju Labuan Bajo yang merupakan pintu gerbang Pulau Komodo. Terdapat maskapai Wings Air dan Garuda yang melayani rute Bali – Labuan Bajo.

Kapal LOB yang kami tumpangi

Ini list dive site populer yang kami selami di Pulau Komodo:

  1. Sebayur – tidak ada arus sampai arus ringan
  2. Shot gun – arus ringan sampai kuat. Di sinilah kalau mau merasakan sensasi didorong arus kuat.
  3. Castle rock – arus ringan sampai kuat. Objek utama: hiu
  4. Golden passage – arus sedang sampai kuat. Sempet ketemu hiu juga di sini
  5. Gili lawa – arus ringan sampai sedang
  6. Batu bolong – arus ringan sampai sedang. Hati-hati di sisi kiri dan kanan batu. Arusnya sangat kuat. Kita tidak akan bisa melawan. Coral-nya sehat dan cantik, ikan-ikan sangat banyak.
  7. Taka Makassar – arus ringan sampai kuat. Di sini lah sarangnya Manta
  8. Mainilu – tidak ada arus. Khusus untuk macro photography.

Masih banyak sekali dive site di Pulau Komodo. Seminggu live on board juga tidak akan cukup untuk menyelami semua dive site.

Jangan menyelam di sisi kiri dan kanan batu
Menyelam di dive site Batu Bolong
Menyelam di dive site Batu Bolong
Manta di dive site Taka Makassar. Photo by Akip Wijaya
Manta di dive site Taka Makassar. Photo by Akip Wijaya
Hiu di dive site Castle Rock
Hiu di dive site Castle Rock

Selama LOB, kami singgah melihat sunrise dan sunset di pulau Gili Lawa, dan singgah melihat komodo di Pulau Rinca.

Sunrise at Gili Lawa
Sunrise at Gili Lawa
Sunset di Gili Lawa
Sunset di Gili Lawa
Groupfie di Gili Lawa
Groupfie di Gili Lawa
Foto bareng Komodo di Pulau RInca
Foto bareng Komodo di Pulau Rinca

Karena waktu yang tidak cukup, selama LOB kita tidak sempat mampir ke Pulau Padar karena letaknya agak jauh. Kalau dipaksakan ke Pulau Padar bisa saja, tapi jumlah dive akan berkurang.

Oleh karena itu pada hari ke-4 pas kapal bersandar pagi hari di Labuan Bajo, kami mencari kapal kecil untuk pergi ke Pulau Padar. Harga sewa kapal kecil Rp.2.000.000. perjalanan dari dermaga Labuan Bajo ke Pulau Padar kurang lebih sekitar 2 jam.

Boat kecil yang kami charter ke Pulau Padar
Boat kecil yang kami charter ke Pulau Padar
Groupfie di Pulau Padar
Groupfie di Pulau Padar

Sore hari, setelah merapat kembali di Labuan Bajo, kami menyempatkan diri ke Paradise Bar & Café. Ini tempat yang paling baik untuk melihat Sunset dari Labuan Bajo.

Sunset dari Paradise Bar & Cafe Labuan Bajo
Sunset dari Paradise Bar & Cafe Labuan Bajo

Hari ke-5 kami masih punya waktu untuk menjelajah Labuan Bajo sebelum ke bandara. Yang terdekat adalah objek wisata Goa Batu Cermin. Disebut Goa Batu Cermin karena pada batu-batu pada bagian dalam goa memiliki partikel garam, di mana saat batu ini terkena cahaya partikel ini membuat batu-batu tersebut berkilau.

Konon menurut cerita guide, goa ini tadinya berada di bawah laut. Terdapat fosil kura-kura dan ikan di salah satu dindingnya.

Di dalam goa Batu Cermin
Di dalam goa Batu Cermin
Dark inside the cave
Dark inside the cave

Note:

Waktu terbaik untuk menyelam di Komodo antara April – Oktober

@Rezkito

Advertisements

4 thoughts on “Live on Board di Pulau Komodo

  1. Mas, aku mau ambil kursus open water di bangka ada ga dan berapa harga paketnya. Trima kasih

  2. Kak, apa bener kalau mau live on board itu minimal log nya harus 50?
    apakah Kakak suka bikin trip?
    Kalau iya mau dong lihat brosurnya.
    Anyway, saya jadi ngiler mau ke derawan,setelah baca blog mas taun lalu dan saya mau ke derawan mei ini.

    Thank you…

    1. Halo Christina, karena dive spot di Komodo cukup sulit, sebaiknya log dive sudah lumayan banyak. Pengalaman seseorang biasanya diukur dengan jumlah log. Log 50 menurut saya sudah cukup utk bisa menyelam di sana. Tapi biasanya juga dive operator mempunyai syarat agar penyelam juga sudah memiliki sertifikasi tingkat advance.

      Jadwal trip2 saya bisa dilihat di http://www.indonesiadivesafaris.com 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s