Dari Donggala ke Parigi

Yak ini jadi rekor rombongan penyelam terbanyak yang saya bawa (15 orang). Jumlah rombongan Gorontalo kalah πŸ™‚

Ada yang belum tau Donggala & Parigi itu dimana? Keduanya adalah kabupaten di wilayah Sulawesi Tengah. Kalau mau ke sana, ambil penerbangan ke Palu. Dari airport di Palu ke Donggala memakan waktu sekitar 45 menit perjalanan menggunakan mobil. Sedangkan kalau ke Parigi memakan waktu sekitar 2 jam.

Sesampai di Palu, rombongan terlebih dahulu ke Donggala. Kami tiba di Prince John Dive Resort sekitar pukul 11 siang. Setelah check in dan makan siang, kami bisa melakukan check dive jam 2 siang.

Prince John Dive Resort (PJDR) adalah dive operator pertama di Donggala. Ada yang bilang ini satu-satunya dive operator di sana karena mbah Google tidak menemukan dive operator lain di sana. Ini yang juga menjadi alasan saya memilih PJDR. Nyatanya, di sana juga ada Donggala Dive Club (DDC). Sayangnya karena tidak punya website, banyak orang yang belum tau keberadaannya.

PJDR sih memang dikelola secara profesional dan baik. Pengelolanya orang bule bernama Alexander Franz. Pengelola sebelum Franz sangat membatasi pengunjung / penyelam domestik. Sehingga tidak banyak penyelam Indonesia yang bisa diving di sana. Syukur pengelola yang sekarang sangat welcome dengan penyelam Indonesia sehingga kita bisa menikmati bawah laut Donggala yang merupakan wilayah Indonesia.

Crystal clear beach di depan dive resort
Pantai depan resort. Airnya jerniihhh
view dari resort
View dari resort
Bar resort
Bar resort

Apa yang bisa dilihat di Donggala? Selain beningnya laut, Donggala menawarkan keindahan koral dan keragaman biota laut mulai dari nudibranch, critters, sampai pelagic. Bicara pelagic (ikan besar), Dugong atau ikan duyung sesekali terlihat di wilayah Donggala karena di daerah ini masih banyak sumber makanannya, yaitu rumput laut. Tapi ketika kami di sana, kami tidak menemuinya hiks :(. Dugong sudah terancam punah karena terjaring nelayan. Sementara tingkat reproduksinya lambat.

Di dive spot yang bernama Anchor Reef, kita bisa melihat white tip shark (hiu sirip putih). Kalau kata guide di sana, kesempatan untuk melihatnya 90%. Dan benar saat kami menyelam ke sana, kami melihat ada 4 white tip shark. Ukurannya tidak begitu besar. Hanya sekitar 1,2 meter.

Di Donggala ada juga 2 spot kapal karam (wrecks). Ada yang dalamnya 50m (Gili Raja wreck), ada yang 30m (Mutiara wreck). Nah, karena tidak semua yang ikut mempunyai pengalaman deep dive, maka kami memutuskan untuk ke Mutiara wreck saja.

Karena grup besar. Kita dibagi jadi 3 grup. Kapalnya gak muat :)
Karena grup besar. Kita dibagi jadi 3 grup. Kapalnya gak muat πŸ™‚
White tip shark di dive site Anchor Reef
White tip shark di dive site Anchor Reef
Nudibranch. Photo by Marischka Prudence
Nudibranch. Photo by Marischka Prudence
Nudibranch. Photo by Marischka Prudence
Nudibranch. Photo by Marischka Prudence
Various type of beautiful corals
Various type of beautiful corals
Mutiara Wreck. Kedalaman 30m
Mutiara Wreck. Kedalaman 30m

Kami menghabiskan 4 hari 3 malam di Donggala, dengan 8x penyelaman (termasuk 1x night dive). Hari terakhir kami berangkat jam 6 pagi menuju Parigi. Karena kalau dari Donggala, perjalanan akan memakan waktu sekitar 3 jam ke Parigi menggunakan mobil. Rencananya kami menyelam 2 hari di sana dengan 3 kali menyelam per hari. Makanya kami sudah harus sampai di Parigi jam 9 pagi.

Tipikal dive site di Parigi kurang lebih sama dengan Donggala, dengan banyaknya koral-koral warna warni cantik. Di Parigi ada dive site dimana terdapat hamparan Rose Coral seluas 2 kali lapangan bola.

Di Parigi kita juga bisa melihat hiu paus (whale sharks). Tapi karena kami pergi pada bulan Mei, kami tidak beruntung bertemu hiu paus. Biasanya hiu paus muncul pada bulan Desember – Februari. Jumlahnya bisa sampai 20 ekor. Karena bulan-bulan itu terjadi upwelling yang membawa plankton (makanan hiu paus) naik ke permukaan.

Satu-satunya pelagic yang kami liat di Parigi waktu itu adalah Eagle Ray.

View Parigi Dive Resort
View Parigi Dive Resort

fish market

Rose coral seperti ini di Parigi banyak. Dan ada dive site isinya rose coral seluas 2 kali lapangan bola
Rose coral seperti ini di Parigi banyak. Dan ada dive site isinya rose coral seluas 2 kali lapangan bola
Nemo dan rumahnya
Nemo dan rumahnya
Akhirnya bisa mengabadikan Eagle Ray :)
Akhirnya bisa mengabadikan Eagle Ray πŸ™‚
Gerombolan penyelam
Gerombolan penyelam

@Rezkito

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s