Wakatobi Wajib Dikunjungi

Kenapa saya memberi judul itu? Karena Wakatobi menawarkan objek wisata bahari yang cukup lengkap dan menakjubkan, seperti perkampungan suku Bajo, hutan mangrove, sunset dan sunrise, pantai dengan pasir putih nan halus, dan yang terutama bawah lautnya.

Seorang pakar kelautan legendaris, Jacques Cousteau, bahkan pernah mendeskripsikan Wakatobi sebagai surga bawah laut. Pernyataan itu tidak berlebihan karena Wakatobi memiliki air laut yang sangat jernih. Konon jarak pandangnya bisa mencapai 100m. Wakatobi juga memiliki kekayaan biota bawah laut yang sangat beragam. Terdapat 942 jenis ikan laut dan 750 spesies karang dari 850 spesies yang ada di dunia (sumber: http://www.indonesia.travel).

Wakatobi terdiri dari beberapa pulau. Nama Wakatobi sendiri merupakan singkatan dari Pulau Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Untuk mencapai Wakatobi bisa melalui beberapa cara. Dari kota asal, kita harus terbang dahulu ke Makassar. Dari Makassar bisa terbang ke Bau Bau lalu lanjut menggunakan kapal laut. Perjalanan laut dari Bau Bau bisa memakan waktu lumayan lama (10-12 jam). Cara ini adalah yang paling murah untuk menjangkau Wakatobi, tapi juga yang paling lama. Cara kedua, dari Makassar ambil penerbangan ke Wakatobi. Pesawat akan transit sebentar di Kendari untuk ambil penumpang. Yang dari Jakarta bisa ambil penerbangan ke Kendari lalu beli tiket ke Wakatobi. Namun perlu diperhatikan bahwa penerbangan ke/dari Wakatobi hanya sekali sehari. Jadwal dari/ke kota asal harus menyesuaikan jadwal pesawat ke/dari Wakatobi. Jadwal pesawat dari Makassar ke Wakatobi adalah jam 8 pagi. Dari Kendari ke Wakatobi jam 9.30. Sebaliknya dari Wakatobi ke Kendari dan Makassar berangkat jam 10.45.

Bandara Wakatobi saat ini sangat sederhana. Agak-agak mirip kantor kelurahan. Tapi bandara baru sedang dibangun. Tidak lama lagi Wakatobi punya bandara yang lebih bagus.

Pesawat ATR72-500 yang kami tumpangi dari Makassar
Pesawat ATR72-500 yang kami tumpangi dari Makassar
Pengambilan bagasi di airport Wakatobi
Pengambilan bagasi di airport Wakatobi
Bandara Wakatobi lama
Bandara Wakatobi lama
Bandara baru sedang dibangun
Bandara baru sedang dibangun
Welcome to Wakatobi
Welcome to Wakatobi

Di Wakatobi, saya dan teman-teman menginap di pulau Hoga, pulau yang dekat sekali dengan pulau Kaledupa. Di pulau ini terdapat beberapa penginapan. Kami menginap di Hoga Island Resort yang dimiliki oleh Pak Kasim dan dikelola oleh seorang wanita berkewarganegaraan Belanda bernama Geertje dan seorang wanita asli pulau Wakatobi bernama Wia. Kapal dari dermaga Wangi-Wangi berangkat jam 1 siang. Pulau Hoga ditempuh sekitar 2 jam.

Kapal reguler ke Pulau Hoga
Kapal reguler ke Pulau Hoga
Kamar resort
Kamar resort
Lingkungan resort
Lingkungan resort.  Photo by Carolus Kelvin
Birunya Hoga
Birunya Hoga

Oh iya, di trip kali ini kaum Hawa lebih banyak dari kaum Adam. Ada 6 orang wanita, dan hanya 2 orang pria. Peserta tertua adalah Ibu Susi, umur 53 tahun. Selama masih sehat harus keep on travelling and diving dong 😉

Hari pertama kami di pulau Hoga sudah disungguhkan dengan pemandangan sunset yang bagus sekali.

Heading to the sunset
Heading to the sunset. Photo by Carolus Kelvin. Model: Rezkito 🙂
Menikmati sunset
Menikmati sunset. Photo by Elga Mutis
Amazing view. Photo by Ira Febry
Amazing view. Photo by Ira Febry

Hari kedua dan ketiga kami melakukan penyelaman untuk melihat keindahan bawah laut di sekitar pulau Hoga. Total kami melakukan 5 kali penyelaman di sekitar pulau Hoga.

Ketika pertama kali masuk ke laut, kami mengerti kenapa Wakatobi disebut underwater nirvana oleh Jacques Cousteau. Karang-karangnya sehat berwarna warni. Ikan-ikannya ramai sekali dan lucu-lucu. Ikan-ikan bermain lalu lalang tidak terusik dengan kehadiran kami walaupun kami mendekat. Di dive kedua kami melihat segerombolan (schooling) barracuda dan giant trevally.

Koral cantik dan ikan-ikan imut
Koral cantik dan ikan-ikan imut
Colorful coral. Photo by Carolus Kelvin
Colorful coral. Photo by Carolus Kelvin
Colorful coral. Photo by Christy Isabelli
Colorful coral. Photo by Christy Isabelli
Rameeee ikan-ikan lucu
Rameeee ikan-ikan lucu. Photo by Carolus Kelvin
Nudibranch
Nudibranch
Schooling barracuda
Schooling barracuda
Trevally
Trevally
Groupfie with Geertje the resort manager and divemaster
Groupfie with Geertje, the resort manager and divemaster

Hari keempat kami sudah bersiap-siap sejak jam 5 pagi. Packing gear dan sarapan untuk melakukan penyelaman di pulau Tomia. Kami berangkat dari pulau Hoga jam 6 pagi ke pulau Tomia. Kami menyewa perahu motor seharga Rp.2 juta pulang pergi. Perjalanan dari pulau Hoga ke pulau Tomia memakan waktu sekitar 2,5 jam.

Dalam perjalanan ke pulau Tomia, kami melewati perkampungan suku Bajo dan hutan mangrove di pulau Kaledupa.

Bajo village
Bajo village. Photo by Ira Febry
Mesjid apung di Pulau Kaledupa
Mesjid apung di Pulau Kaledupa
Mangrove forest di dekat pulau Kaledupa
Mangrove forest di dekat pulau Kaledupa

Sama seperti pulau Hoga, pulau Tomia menawarkan karang-karang yang cantik dan ikan-ikan lucu yang ramai sekali. Di sini saya melihat schooling barracuda dengan jarak yang sangat dekat. Saya tidak perlu direpotkan oleh arus untuk melihat schooling barracuda seperti yang saya alami di pulau Maratua kepulauan Derawan. Banyak juga dijumpai crocodile fish yang nyaris sempurna penyamarannya seperti karang.

Di pulau Tomia, saya juga baru pertama kali melihat anemon dan ikan badut merah.

Sedekat ini dengan schooling barracuda
Sedekat ini dengan schooling barracuda. Photo by Bu Susi
Crocodile fish
Crocodile fish
Anemon merah & penghuninya
Anemon merah & penghuninya

Setelah 2x kali penyelaman, waktu sudah menunjukkan pukul 2.30 siang. Belum sempat mengeksplor pulau ini, kami harus menyudahi perjalanan ke pulau Tomia karena tidak mau kemalaman sampai di pulau Hoga. Kami sudah harus packing untuk pulang esok paginya. Suatu waktu nanti kami akan kembali ke pulau Tomia :).

Berfoto bersama setelah penyelaman dengan dokter Yudi pemilik Tomia Scuba Dive
Berfoto bersama setelah penyelaman dengan dokter Yudi pemilik Tomia Scuba Dive

Hari terakhir, kami bangun pagi-pagi untuk sarapan dan bersiap berangkat ke dermaga karena kapal reguler ke Wangi-Wangi menjemput jam 6 pagi di pulau Hoga.

End of our trip.

@Rezkito

Advertisements

2 thoughts on “Wakatobi Wajib Dikunjungi

  1. Waah benar kata orang, Wakatobi emang indah. Maaf Mas Rezkito boleh bertanya? Mas trip ke sana pakai jasa tour atau buat itinerary sendiri. kalau pakai jasa tour mungkin Mas tau yang recommended? Btw, nice info about diving experience.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s