Derawan Komplit

Gak mau pakai judul “Derawan Menawan”. Pasarannn… 😀

It was another fun satisfying trip! Peserta trip yang menyenangkan, pelayanan yang baik dari penginapan dan dive center, pulau Derawan yang begitu komplit. Kenapa saya sebut komplit? Karena semua bisa didapat di Derawan dan sekitarnya, seperti panorama sunrise dan sunset, pantai yang indah, air laut yang jernih, danau dengan ubur-ubur yang tidak menyengat dan biota lautnya yang bervariasi.

Peserta trip Derawan ini berjumlah 9 orang dengan latar belakang generasi usia yang beragam (yang berusia 20an ada 4 orang, yang 30an ada 3 orang dan yang 40an ada 2 orang). Peserta termuda adalah Kelvin berusia 22 tahun, peserta tertua adalah Pak Valen yang berusia 49 tahun namun masih segar dan kuat.

Perjalanan menuju Derawan ditempuh melalui jalur Berau karena jalur ini menurut saya lebih nyaman dari pada jalur Tarakan. Dari Jakarta kami menggunakan pesawat pagi jam 5 atau 6 menuju ke Balikpapan, kemudian menggunakan penerbangan lanjutan ke Berau jam 11. Lama penerbangan dari Jakarta ke Balikpapan sekitar 2 jam, sedangkan lama penerbangan dari Balikpapan ke Berau sekitar 45 menit.

Dari airport Berau, perjalanan dilanjutkan menggunakan mobil ke pelabuhan Tanjung Batu sekitar 2 jam, lalu dari pelabuhan Tanjung Batu ke pulau Derawan kami menggunakan speedboat selama kurang lebih 45 menit.

Kami tiba di pulau Derawan jam 6 sore. Seharusnya kami bisa tiba di Derawan jam 3-4 sore, namun akibat penerbangan ke Berau yang tertunda karena cuaca yang kurang baik, maka kami tiba di Derawan kesorean.

Hari pertama di Derawan kami hanya unpacking dan menyiapkan peralatan selam yang mau dibawa besoknya, lalu kami berwisata kuliner seafood. Menu ikan dan udang is a must. Ditambah sambal khas Derawan yang enak. Kelvin bisa menghabiskan sampai 4 piring kecil sambal!

Hari kedua setelah sarapan kami sudah siap berangkat ke pulau Maratua untuk menyelam di sana. Kami menggunakan 2 speed boat supaya tidak sesak dengan orang dan peralatan.

Perjalanan dari Derawan menuju Maratua ditempuh sekitar kurang lebih 1 jam. Ketika kami hampir sampai ke pulau Maratua, lumba-lumba sudah menyambut kedatangan kami dan berenang di sisi kapal.

Lumba-lumba di Maratua. Photo by Elga
Lumba-lumba di Maratua. Photo by Elga Mutis

Kami menyelam dua kali di Maratua. Pertama, kami menyelam di titik menyelam bernama Small Fish Country. Dinamakan demikian karena di situ banyak sekali bertebaran ikan-ikan kecil yang cantik dan lucu. Arus hanya sedikit di kedalaman lebih dari 5 meter, namun di kedalaman 5-6 meter ketika akan melakukan safety stop, kekuatan arus sedikit lebih kencang sehingga kami harus berpegangan batu untuk melakukan safety stop procedure sebelum naik ke permukaan. Di sini, saya hampir memegang stone fish, ikan yang mirip banget dengan batu. Untung saja ikannya loncat, sehingga saya sadar ada ikan itu. Kalau kena racun dari stone fish, saya bisa lumpuh.

Image
Stone fish. Penyamaran yang nyaris sempurna

Setelah menyelam selama kurang lebih 45 menit, kami beristirahat dan makan siang di salah satu dermaga di Maratua.

Penyelaman kedua dilakukan di titik menyelam bernama Big Fish Country atau sering juga disebut Maratua Channel. Dari namanya jelas yang dilihat adalah ikan-ikan besar. Namun, hati-hati untuk menyelam di sini karena arusnya yang terkenal kencang. Hanya penyelam yang berpengalaman dan mempunyai level advance yang bisa menyelam di sini.

Di titik menyelam ini kami melihat white tip sharks, grey sharks dan schooling barracuda.

Image
Saya dan schooling barracuda

Selesai menyelam di Maratua Channel kami kembali ke Pulau Derawan untuk menikmati sunset.

Image

Pagi berikutnya setelah sarapan kami sudah bersiap untuk menyelam di pulau Kakaban dan Sangalaki. Perjalanan ke Kakaban dari Derawan memakan waktu kurang lebih 45 menit. Penyelaman pertama dilakukan di titik menyelam (dive spot) bernama Barracuda Point di Kakaban. Di spot ini kami melihat kelompok kecil barracuda dan white tip sharks. Selesai menyelam kami mampir ke pulau Kakaban untuk snorkeling dan bermain-main dengan ubur-ubur.

Image
Danau Kakaban habitat ubur-ubur tidak menyengat. Photo by Satya DW

Image

Selesai snorkeling dan makan siang di Kakaban, kami melanjutkan penyelaman di sekitar pulau Kakaban di dive spot bernama Sea Wall. Di dive spot ini kami melihat leopark shark, hiu bertotol hitam.

Leopard shark. Photo by Pak Valens
Leopard shark. Photo by Pak Valens

Setelah penyelaman kedua, kami bergegas ke pulau Sangalaki untuk menyelam di sana. Rencananya di dive spot bernama Manta Point. Jarak dari Kakaban ke Sangalaki sekitar 30 menit.

Baru saja kapal sampai di Manta point sudah terlihat 5 manta berenang di dekat kapal. Kamipun langsung mengenakan masker, snorkel dan fins, meraih kamera dan terjun ke laut :). Tidak perlu menyelam untuk mengabadikan manta di sini. Cukup dengan snorkeling. Malah ketika menyelam di spot ini, kami tidak melihat sang manta menyapa.

Image
Manta. Photo by Satya DW

Di Manta point ini kami menyelam mengikuti arus (drift diving) karena arusnya lumayan walaupun tidak terlalu kencang. Di spot ini kami juga melihat cuttle fish, moray eels, dan penyu.

Image
Cute cuttle fish

Image

Selesai sudah kegiatan menyelam kami pada hari ketiga. Namun sebelum kembali ke pulau Derawan, kami mampir sebentar ke pulau yang dekat sekali dengan Derawan bernama pulau Gusung Sanggalau yang merupakan pulau kecil dengan hamparan pasir putih. Kami menikmati sunset di sini.

Image
Groufie di Pulau Gusung

Image

 

Hari keempat kami kembali ke Maratua untuk melihat-lihat sisi lain pulau ini yang terdapat Maratua Paradise Resort, yang mempunyai panorama pantai yang spektakuler dan air laut sejernih kristal. Kami juga melakukan sekali penyelaman di dive spot bernama Turtle Traffic. Benar-benar sarang-nya penyu di sini. Dari penyu raksasa sampai yang kecil nongkrong di spot ini.

Image

Image

Anak-anak lokal bermain perahu. Photo by Elga Mutis
Anak-anak lokal bermain perahu. Photo by Elga Mutis

Pagi-pagi di hari kelima kami menyewa sepeda untuk berburu sunrise di pulau Derawan.

Image
Photo by Satya DW. Model: Rezkito

Setelah mengambil foto-foto sunrise, kami kembali ke penginapan dan mulai berkemas karena sebelum kami terbang kembali ke Jakarta pada sore hari, kami ingin berwisata kuliner sebentar di Berau. Kami mampir ke rumah makan Puji Patin untuk makan siang. Menu-menu ikan patin-nya wuenakk tenan. Ayam bakarnya juga mantab. Harga bersahabat.

Note: Waktu terbaik berkunjung ke Derawan: April – Oktober

@Rezkito

Advertisements

7 thoughts on “Derawan Komplit

      1. saya ada rencana trip kesana tgl 13-16 mei 2015.
        kalo untuk solo trip, aman dan mudah aksesnya ga ya mas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s