Mitos tentang Menyelam

Ada banyak mitos seputar diving. Kebanyakan mitos tersebut tidak sepenuhnya benar. Akibatnya, beberapa orang tidak mengambil tindakan atau mengambil tindakan yang salah.  Apa saja mitos-mitos itu?

1. Diving olah raga yang mahal

Persepsi mahal sudah dimulai ketika akan mengambil kursus diving. Sebagian orang menganggap bahwa biaya kursus diving cukup mahal. Sehingga enggan untuk mengambil kursus. Hal ini tidak sepenuhnya benar, kursus diving juga ada yang relatif terjangkau. Silahkan baca blog saya sebelumnya mengenai financing dive hobby.

Persepsi mahal juga karena harus membeli perlengkapan diving. Mungkin ada benarnya jika anda membeli semua peralatan diving. Perlengkapan diving paling mahal adalah BCD, regulator dan dive computer. Tetapi anda tidak harus membeli langsung semua perlengkapan itu. Anda hanya perlu membeli perlengkapan standar dahulu, yaitu masker, snorkel dan fins. Perlengkapan lainnya bisa menyewa.

2. Hiu memangsa manusia

Mitos ini timbul karena film-film tentang keganasan hiu yang menyerang manusia. Faktanya dari 400an jenis hiu, hanya 3 jenis hiu yang terkait dengan penyerangan terhadap manusia, yaitu bull shark, tiger shark dan great white shark. Namun serangan hiu-hiu tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada pemicunya. Cara menghindarinya: 1. Tetap dalam kelompok, karena hiu segan untuk mendekati kelompok orang, 2. Jangan menggunakan perhiasan mengkilap karena hiu menangkapnya sebagai mangsa, 3. Hindari memakai baju berwarna cerah, karena hiu dgn mudah menerima warna kontras, 4. Tidak membuat percikan air yang besar, karena hiu menangkapnya sebagai pergerakan mangsa yang terluka, 5. Jangan bermain di laut jika sedang terluka, karena hiu peka terhadap darah (berbeda dengan darah menstruasi, dibahas pada poin selanjutnya).

Sekali lagi ditegaskan, ketiga hiu tersebut tidak menyerang jika tidak ada pemicu. Sementara jenis hiu lainnya cenderung pemalu, yang akan segera menghindar jika kita mendekatinya.

Image

Sumber: Telegraph

3. Bila menstruasi tidak bisa diving

Banyak yang beranggapan bahwa jika sedang menstruasi tidak bisa diving karena hiu peka terhadap darah dan akan memangsanya. Hal ini tidak tepat. Menstruasi tidak menjadi halangan untuk diving.

Sebuah riset menyatakan bahwa hiu tidak tertarik dengan darah menstruasi dikarenakan darah menstruasi mengandung unsur-unsur kimia yang tidak disukai hiu. Darah menstruasi sangat berbeda dengan darah yang mengalir di sistem tubuh lain. Hiu mempunyai kemampuan untuk mendeteksi jenis darah tersebut (hebat ya :)).

Jika memang ada anjuran tidak memaksakan diri untuk diving pada saat menstruasi, itu lebih kepada physiological dan psychological changes pada wanita. Teori mengatakan ‘sebaiknya tidak menyelam dulu’, karena selain masalah kram perut, mood jadi agak terganggu dan bisa mengganggu justifications while diving.

4. Orang yang punya penyakit asma dilarang diving

Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan telinga, rongga sinus, sistem pernafasan, fungsi jantung, dan hal-hal yang berhubungan dengan kesadaran memang dapat dianggap sebagai kekawatiran dalam mengikuti olahraga selam. Namun begitu, hanya seorang dokter yang dapat melakukan pemeriksaan fisik terhadap seseorang calon peselam, serta menyimpulkan apakah calon tersebut boleh atau tidak mengikuti pelatihan selam. Sebaiknya konsultasikanlah terlebih dahulu mengenai kondisi fisik anda dengan dokter pribadi anda.

Dalam kenyataannya, banyak orang yang berpenyakit asma, termasuk teman saya, masih bisa melakukan diving. Penyakit asma timbul karena suatu pemicu, misalnya asap dan alergi terhadap serbuk, kotoran dan jamur. Jika seseorang jarang mengalami serangan asma, dan hanya dipicu karena asap misalnya, kemungkinan besar masih bisa melakukan olah raga selam. Tapi sekali lagi, tetap harus dikonsultasikan dengan dokter ahlinya.

5. Tidak mahir berenang tidak bisa ikut kursus

Tidak mahir renang tidak menjadi halangan untuk mengikuti kursus selam. Anda tidak dituntut untuk mahir renang, cukup hanya mampu renang non stop sejauh 200 meter tanpa batasan waktu, maka anda layak mengikuti pelatihan Scuba Diving.

Untuk yang tidak bisa berenang, biasanya instruktur juga akan mengajarkan secara singkat bagaimana cara berenang.

6. Wanita yang out of shape lebih mudah terserang sakit karena cuaca panas

Nyatanya studi terbaru menyimpulkan bahwa pria yang besar lebih mudah terserang sakit karena cuaca panas.

7. Terlalu tua untuk menyelam

Terdapat case di beberapa Negara, seorang kakek/nenek berumur 80an tahun masih bisa melakukan diving dan mendapat lisensi selam. Dalam suatu survey, kelompok divers yang paling aktif adalah yang berusia 38 s/d 53 tahun. Mereka lebih banyak travelling untuk melakukan diving.

Jadi tidak ada kata terlalu tua untuk menyelam.  Baca juga kisah The Oldest Diver (umur 91 tahun tetap menyelam)

Image

8. Oksigen 100% di dalam tabung selam

Banyak yang menyangka bahwa tabung selam diisi dengan oksigen 100%. Padahal oksigen 100% digunakan untuk kasus gawat darurat.

Ketika kita menyelam, kita menghirup udara yang sama dengan udara yang kita hirup di permukaan. Komposisinya 20% oksigen, 78% nitrogen, sisanya gas lain-lain.

Penyelam dapat dilatih secara khusus untuk menggunakan udara yang ditingkatkan (enriched air), dengan komposisi oksigen di atas 20%, tetapi tidak lebih dari 40%. Tujuannya untuk penyelaman lebih dalam, menambah jangka waktu penyelaman, dan mencegah penyakit dekompresi.

@Rezkito

Advertisements

One thought on “Mitos tentang Menyelam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s