Get Advanced at Gili T

Waktu ikutan dive trip, sempat mikir-mikir mau fun dive aja atau sekalian ambil kursus advanced open water. Karena kursus advanced menekankan pada praktek di laut dengan 5x diving, which is sama saja dengan jumlah fun dive yang direncanakan. So mending ambil kursus advanced sekalian dengan sedikit tambahan biaya lagi.

Kursus advanced open water terbagi dalam 2 core dive wajib (yaitu navigation dan deep dive max. 30m) dan 3 dive adventure pilihan.  Pilihan dive adventure ada banyak, antara lain drift dive, peak performance buoyancy, fish identification, night dive, wreck dive, underwater photography, dry suit diver, dan lain-lain. Nah karena saya takut gelap jadi gak pilih night dive :), karena sudah pernah wreck dive jadi gak pilih itu, karena modal buat underwater photography mahal jadi gak pilih itu juga :).  So… saya pilih drift dive, peak performance buoyancy, dan fish identification.

Pada navigation dive, saya diajari cara menggunakan kompas, agar jika sewaktu-waktu tersesat bisa kembali ke kapal, pantai, atau titik temu lainnya yang sudah ditentukan. Untuk deep dive, saya diajak menyelam ke dasar laut max. 30 meter. Nah di kedalaman ini kita tidak bisa berlama-lama untuk menghindari oksigen cepat habis, karena semakin dalam kita menyelam, kebutuhan akan oksigen semakin meningkat karena paru-paru kita mengalami tekanan (hukum Boyle).

Pada drift dive, saya diajari bagaimana menyelam pada kondisi bawah laut yang berarus. Untuk dive ini, kita hanya pasrah dibawa arus saja. Di akhir penyelaman, kapal yang akan menjemput kita. Ada teknik-teknik khusus untuk descent (turun ke dasar laut) dan ascent (naik ke permukaan). Untuk arus yang kuat, kita harus bisa negative entry. Artinya BCD harus kosong dari udara (full deflate). Begitu nyemplung ke laut, kita harus cepat-cepat turun dengan posisi kepala di bawah, sementara posisi kaki/fin di atas harus terus kicking. Hal ini karena arus air di dekat permukaan biasanya lebih kencang daripada arus air lebih ke bawah. Nah di dasar air kita akan berkumpul (pada kondisi normal biasanya berkumpul di permukaan air baru bersama-sama descent). Dive site yang memerlukan negative entry antara lain ada di Pulau Komodo.

Untuk peak performance buoyancy, kita akan diajarkan untuk meningkatkan keahlian mengapung dalam air (bukan mengapung di permukaan air, ini mah banyak orang bisa). Mengapa perlu? Ini berguna untuk mengatur keseimbangan dalam mengapung.  Kita tidak boleh terlalu cenderung tenggelam (negative buoyancy) karena tubuh kita bisa cedera kena karang, atau malah kita merusak karang. Kita juga tidak boleh cenderung naik (positive buoyancy) yang artinya kita kurang menggunakan pemberat. Kita harus dalam posisi neutral buoyancy.

Hal terpenting untuk buoyancy adalah pengaturan nafas, bukan pemberat (weights) ataupun inflate/deflate BCD. Kalau kita ingin posisi lebih ke bawah, kita harus menghembuskan napas perlahan-lahan. Sebaliknya kalau kita ingin lebih ke atas, kita harus menghirup udara, sehingga paru-paru kita mengembang terisi udara yang membuat tubuh kita lebih naik.

Langsung ke fun part, fish identification. Kenapa fun part, karena kita akan lebih mengenali ikan-ikan imut warna warni dan ikan-ikan gede juga. Karena jenis ikan itu sangat banyak, kita hanya mempelajari ikan dari nama familinya saja. Ya ikan juga punya nama famili :). Jangan sampai waktu menyelam kita melihat ikan lucu-lucu, terus kita ceritakan ke teman kita, lalu teman kita nanya “ikan apa itu”? Terus kita cuma bisa jawab, yah pokoknya ikan lucu (lahh emang ikan pelawak? :D). Padahal maksudnya mungkin mandarin fish.

Yang lebih penting dalam fish identification adalah mempelajari karakter ikan. Beberapa ikan tidak suka diganggu jika kita terlalu dekat.

Yang lebih fun dan seru waktu fish identification, kita ketemu dua ekor hiu ukuran cukup besar mengitari kita karena penasaran jenis ikan apa kita ini :D. Sayangnya, momen ini tidak sempat diabadikan karena semua tidak bawa kamera :(.

Demikian sekilas info tentang kursus advanced open water saya. Berikut beberapa foto saya hasil jepretan instruktur saya Ari Martinez dari Blue Marlin Gili T

Me & Mr. Turtle
Me & Mr. Turtle
me scuba2
I’m flying
With Ari Martinez from Blue Marlin Gili T
With Ari Martinez from Blue Marlin Gili T

@Rezkito

Advertisements

4 thoughts on “Get Advanced at Gili T

    1. Halo Halo Vindhya. Omg blog ku dibaca Vindhya #lebay 🙂

      Iyaah Vin, baru aja kemaren nyoba night dive, akhirnya… Awesome! Jadi pengen lagi! 🙂
      Banyak ikan2 yg jarang ditemuin di siang hari. At least di Pulau Pari kemarin waktu night dive ketemu Lion Fish, shrimp, lobster, big crab, sea horse 🙂

      1. ohnooo… aku kenapaaa? *deg2an*
        akhirnya nemu juga foundernya Indonesia Dive Safari 😉 salam kenal!

        eh, itu, kok, seru amat nite dive di Pari? sea horse!!! mau bgt liat pas malem… aaaaaaa
        semoga jadwalnya ada yang pas deh buat join dive trip kalian

      2. Salam kenal :). Iya sea horse-nya ada bbrp kemarin. Sampe rebutan utk foto 🙂
        Boleh boleh kapan2 diving bareng yah 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s