Kursus Diving

Tidak usah menunggu lama setelah trip dari Langkawi Malaysia, dimana saya merasakan diving untuk pertama kalinya (baca artikel sebelumnya, red), saya mulai mencari-cari dive center untuk ambil diving license. Tapi sebelum ikut kursus, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Pertama, saya harus yakin dulu, perlu tidak saya ambil kursus? Kalau sekedar suka diving, mungkin banyak orang suka setelah merasakan. Tapi kalo ditanya bisa atau tidak diving? Itu soal skill. Nah kursus diving itu memang untuk meningkatkan diving skill, seperti bagaimana kita mengatur daya apung tubuh dalam air dengan baik, bagaimana menggunakan alat diving, dan bagaimana mengatasi trouble di bawah air. Karena saya yakin diving akan menjadi hobi baru saya, maka saya ambil lah diving license. Lagian, gak malu apa tiap kali mau diving, dipegangin & diawasin ama guide melulu, kayak anak bayi baru belajar jalan :).

Kedua, saya cari tau diving agency mana yang bagus. Nah ternyata ada banyak pilihan di Indonesia. Ada PADI (Professional Association of Diving Instructors), SSI (Scuba School International), NAUI (National Association of Underwater Instructors), CMAS (Confederation Mondiale Des Activities Subaquaticques). Semuanya bagus, tapi ada dua agency terbesar di dunia, yaitu PADI dan SSI. Keduanya saling berkesinambungan. Penyelam boleh melanjutkan tingkatan kursus dari PADI ke SSI atau sebaliknya. Karena PADI dive center banyak bertebaran di Indonesia, jadinya saya memilih PADI open water course.

Ketiga, saya googling dimana kursus diving yang bagus dan terjangkau. Nah intinya ada 3 kategori tempat kursus/belajar diving.  Pertama, 5* dive center. Ini biasanya harganya cukup mahal. Malah ada yang matok harga dengan Dollar.  Nah kalau kurs Rupiah lagi anjlok kayak sekarang, lumayan menguras kantong deh. Dive center ini biasanya mempunyai kolam sendiri untuk latihan, dan menjual brand alat diving tertentu. Kedua, dive center biasa. Harganya masih tergolong standar. Dive center ini tidak mempunyai kolam sendiri. Biasanya menggunakan kolam renang umum. Yang paling sering digunakan untuk latihan kolam adalah kolam renang Senayan. Dive center ini juga ada yang bekerja sama dengan brand tertentu untuk penjualan retail. Ketiga, independent/freelance diving instructor. Kalau sama instructor ini biasanya harga kursus lebih murah daripada dive center. Mungkin karena tidak ada margin yang diambil untuk dive center. Latihan kolamnya juga biasanya menggunakan kolam renang umum.  Independent diving instructor maksudnya tidak berafiliasi dengan dive center. Tapi full time mengajar diving untuk mencari nafkah. Freelance diving instructor maksudnya adalah ia bekerja di sebuah perusahaan, dan mengajar diving di sela-sela kesenggangannya.

Berhubung saya tidak mendapatkan nomor kontak instruktur freelance/independent, jadinya saya menggunakan dive center kategori yang kedua. Tapi belakangan saya sudah tau dong nomor kontak instruktur independent. Yang mau infonya, boleh kontak saya ;).

Setelah ketiga hal di atas sudah ok, dimulailah kursus diving saya.  Kursus dimulai dengan dua kali kelas teori. Dimana untuk tingkat pemula, menekankan pada pengetahuan praktis, keselamatan, dan keterampilan motorik. Seperti pengenalan alat-alat scuba, kegunaannya, dan bagaimana pengoperasiannya.

Dasar-dasar fisika dan kimia juga dimasukkan ke dalam program-program tingkat pemula. Hah? Fisika? Ya, contohnya bagaimana tekanan air mempengaruhi rongga-rongga tubuh. Rongga telinga seringkali terasa sakit ketika menyelam. Namun hal ini bisa diatasi dengan equalizing (Tekan hidung, lalu hembuskan nafas hingga udara keluar dari kedua telinga). Lalu juga mengenai bagaimana tekanan air mempengaruhi paru-paru. Semakin dalam kita menyelam, semakin banyak kita mengkonsumsi udara. Jadinya, semakin cepat tabung udara habis.

Lalu kimia? Ya, seperti kita ketahui bahwa udara yang kita hirup saat menyelam adalah mayoritas oksigen dan nitrogen. Oksigen baik bagi tubuh, namun gas nitrogen tidak digunakan oleh tubuh kita. Akibatnya, gas Nitrogen akan terakumulasi di dalam tubuh penyelam. Gas ini akan membentuk bubbles/buih. Jika kita naik ke permukaan secara cepat, buih-buih ini akan menyumbat aliran darah maupun sistem syaraf tubuh manusia. Akibatnya bisa sangat fatal, mirip dengan stroke.

Kalau udah baca-baca soal fisika dan kimia ini memang jadi agak menyeramkan diving itu. Tapi itu penting diketahui agar kita bisa melakukan diving secara aman.  Pas kursus diving memang saya baru tau kalau diving itu merupakan salah satu extreme sport, alias olah raga uji nyali :).

Setelah kelas teori, maka sebelum diterjunkan ke laut, kita latihan di kolam. Di kolam, kita diajari bagaimana memasang peralatan diving sendiri, mengatur daya apung dalam air, membersihkan masker ketika berembun dalam air (mask clearing), memasang regulator jika terlepas dalam air, memasang weight belt dalam air, dan bagaimana prosedur jika kehabisan udara.

Setelah semua itu dipelajari dalam kelas kolam, dipraktekkan lagi pada saat ujian praktek di laut. Saya ujian praktek di Pulau Sepa Kepulauan Seribu. Merupakan sebuah Pulau dengan pantai yang masih bagus dan jernih. Dan menjadi tempat penangkaran penyu. Ujian praktek dilakukan dalam 4 kali menyelam.

Pada waktu praktek di laut, juga dipelajari cara nyemplung ke laut. Saya diajari giant stride (melangkahkan satu kaki dengan lebar dari pinggir platform yang stabil atau kapal besar), dan back roll (berguling ke belakang dari pinggir perahu). Ada satu lagi yang saya pelajari setelah lulus dan ikut dive trip, yaitu shore entry (berjalan dan berenang dari bibir pantai sampai agak ke tengah laut). Shore entry agak susah dilakukan di pulau seribu. Soalnya banyak bulu babi hihi.

Akhirnya setelah semua proses kursus diving dijalani, saya menjadi Open Water Diver tertanggal 4 Agustus 2013.  Di blog mendatang, saya akan ceritakan pengalaman dive trip pertama saya, dan pengalaman ikut kursus Advanced Open Water.

Berfoto dengan instructor & teman kursus
Berfoto dengan instructor & teman kursus

@Rezkito

Advertisements

9 thoughts on “Kursus Diving

  1. nice article 🙂
    kalo boleh tau di jakarta apa ada tempat kursus PADI yang 5 *?
    bisa minta info atau linknya?
    terimakasih atas tanggapannya 🙂

  2. hai mas Rezkito, mau dooong kontek instruktur freelance nya secara budget saya terbatas.

    Thank yook

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s